Skip to Menu Skip to Content Skip to Footer

Woro-woro

  • Info - Untuk info atau pertanyaan seputar web, silakan hubungi support kami di YM heart
  • Sugeng rawuh - Selamat datang di website resmi Kaperda DIY
  • Apa ini? - Disini akan ditampilkan segala jenis pengumuman
  • Keanggotaan - Silakan mendaftarkan diri sebagai anggota disini
  • Alamat - Jl. Diponegoro No. 52, Menteng, Jakarta Pusat
  • Kantor (1)
  • Jogja
  • Kantor (2)
  • Anjungan
  • Alun-alun Kidul
  • Tugu Jogja

Berita & Kegiatan Terkini

RUWATAN MASSAL DI ANJUNGAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
06 May 2010
Di Jawa, ada banyak jenis upacara yang sedikit banyak berhubungan denagn kepercayaan. Yang...

Penginapan Griya Jogja dan Wisma Jogja

Ditulis oleh Admin On 13 Januari 2012

JAKARTA - Kantor Perwakilan Daerah Prov. DIY di Jakarta juga memiliki fasilitas penginapan yang bisa dimanfaatkan baik bagi Pegawai Negeri Sipil dari Pemerintah Provinsi DIY yang sedang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta, maupun bagi masyarakat umum. Ada dua lokasi penginapan yang disediakan oleh Kantor Perwakilan Daerah Prov. DIY yakni Griya Jogja di Jalan Diponegoro No. 52 Menteng dan Wisma Jogja di Jalan Pedati Nomor 116 Jakarta Timur.

Griya Jogja, tentunya memiliki keunggulan karena berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. Lokasi yang sangat strategis di kawasan pemerintahan Jakarta. Mempunyai 12 kamar yang semuanya dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi dalam, Air Conditioner, LCD TV,  dan coffee maker. Sarapan tiap pagi juga disediakan oleh pengurus penginapan demi kenyamanan penyewa. Ada dua tipe kamar yang bisa dipilih yakni tipe Suite dan tipe Deluxe, dengan range harga yang terjangkau yakni Rp. 150.000,- sampai dengan Rp. 250.000,-. Untuk pemesanan dan keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Griya Jogja (021)
31938108.

Adapun Wisma Jogja, yang terletak di Jalan Pedati Nomor 116 mempunyai keunggulan karena jumlah kamar yang lebih banyak sehingga lebih nyaman digunakan bagi rombongan pegawai atau rombongan keluarga. Ada tiga gedung unit dengan xx kamar yang bisa digunakan oleh penyewa, Gedung Unit I dengan harga Rp. 75.000,-(1 orang) dan Rp. 100.000,-(2 orang). Gedung Unit II dengan harga Rp. 60.000,-(1 orang) dan Rp. 80.000,-(2 orang), serta Gedung Unit III dengan harga Rp. 40.000,-(1 orang) dan Rp. 60.000,-(2 orang). Sedangkan untuk pemesanan dan keterangan lebih lanjut, bisa menghubungi Wisma Jogja (021) 8516707.


 

Jamasan Pusaka Kraton Yogyakarta

Ditulis oleh Admin On 10 Agustus 2010

Jamasan Kraton Yogyakarta

YOGYAKARTA - Bagi orang Jawa, benda-benda pun dianggap memiliki jiwa. Oleh karena itu, benda-benda itu harus diperlakukan istimewa yang nyaris sama seperti manusia itu sendiri. Mungkin saja ini masih dianggap sebagai animisme, tapi tentu saja orang Jawa akan menyangkalnya. Yang jelas, untuk benda-benda milik Keraton Yogyakarta seperti kereta, gamelan, maupun pusaka, semuanya memiliki nama seperti manusia. Ada Kiai Sangkelat, Kiai Nagasasra (keris), Kiai Guntur Madu (gamelan), ada pula Kanjeng Nyai Jimat dan Kyai Puspakamanik (kereta). Di Keraton Yogyakarta, benda-benda itu selalu dicuci yang diistilahkan dengan nama ”dijamasi” pada bulan Sura (Muharam) dan selalu pada hari istimewa Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon.

 Cara jamasan itu sendiri juga khas. Semua yang terlibat dalam ritual itu harus mengenakan pakaian adat Jawa peranakan. Mereka, semuanya laki-laki, mengenakan kain panjang, surjan, dan penutup kepala blangkon.
Seperti jamasan sebuah kereta yang dibuat pada tahun 1750-an, semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, diberi nama Kanjeng Nyai Jimat. Berbentuk anggun, bergaya kereta kerajaan-kerajaan Eropa, beroda empat, dua buah yang besar di belakang, dan dua buah di depan agak kecil, diperkirakan ditarik oleh enam sampai delapan kuda. Sebuah simbol kewibawaan seorang raja. Kereta yang penuh ukiran itu sendiri memiliki pintu dan atap sehingga mirip mobil.Kereta itu tersimpan di dalam Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Di sana ada sekitar selusin kereta yang sebagian besar masih bisa digunakan. Setiap Kanjeng Nyai Jimat dijamasi, ”ia” selalu ditemani oleh salah sebuah kereta lain yang dipilih secara bergantian setiap tahunnya.Kereta itu menjadi tunggangan Sultan Hamengku Buwono I – III. Kereta itulah yang setiap bulan Sura selalu dijamasi karena dianggap sebagai kereta cikal-bakal kereta lainnya.


Berebut Air Bekas Cucian
Jika prosesi sejak akan mengeluarkan kereta saja sudah bernilai wisata, maka ketika proses pencucian kereta itu juga memiliki nilai wisata ritual magis religius. Orang-orang asing akan terheran-heran menyaksikan ratusan orang Jawa, bahkan juga luar Jawa ketika mendengar gaya bicaranya, berebut bekas air cucian kereta dengan cara menampung aliran air dari badan kereta.
Air bekas cucian itu dimasukkan ke dalam botol bekas air kemasan maupun jerigen. Tak ayal lagi, masyarakat yang berebut air itu pun menjadi ikut berbasah-basah. Air dari jamasan ini menurut kepercayaan orang Jawa memiliki khasiat/memberikan berkah tertentu karena  semua benda dari keraton itu memiliki tuah yang sakti dan  milik orang sakti. Oleh karena itu dengan membawa air ini, orang akan diberi berkah, sehat wal afiat dalam menjalani kehidupannya. 

Kepercayaan lain bahwa dengan  menampung air  dan disimpan. Bisa untuk penolak bala, atau bisa juga untuk kesuburan sawah. Melihat cara warga berebut air, memang tampak bersemangat dengan  nekat membungkukkan badannya di bawah kereta untuk menampung cucuran air bilasan kereta yang diambil melalui pipa air hidran di depan museum. Orangyang malas berebut air di dekat kereta, langsung menunggu aliran air di parit. Air itu ia ciduk dengan tangannya, diusapkan ke wajah dan rambutnya dengan khidmat.Mungkin kepercayaan itu yang membawa berkah. 

Sebenarnya, di samping jamasan kereta, di dalam keraton juga ada jamasan pusaka. Akan tetapi, jamasan pusaka itu tidak boleh dilihat oleh umum. Misteri jamasan pusaka itu sendiri akhirnya memang tinggal misteri yang dipelihara turun-temurun. Semisteri pusaka yang dipercayai memiliki kekuatan supra natural itu sendiri.
 

Batik Yogyakarta (English)

Ditulis oleh Admin On 29 Juli 2010

            Batik is a dye fabric with specific Indonesia patterns (including Yogyakarta patterns) sing “lilin batik” (a kind of hot wax) as medium.
            In National Standard Design of Batik Indonesia, those known as Batik are :
  1. BATIK TULIS is a hand made Batik using Canting batik as a tool for sticking the wax in to the fabric.
  2. BATIK CAP is a printed Batik using printed pattern as a tool for sticking the wax in to the fabric.
  3. BATIK KOMBINASI is a mixed of hand made and printed pattern Batik.
            Some as story about this told that “Batik” comes from a Javanese word Ambatik, Amba means making/painting and Tik comes from word titik that means point, because the working process always with painting points therefore called Batik.
            Based on existing pattern varieties, Batik groups in two kind of patterns :
  1. Geometric where the patterns assembled repeatedly in same form. They groups of Geometric are Ceplok pattern, and Lerek pattern. They are specified, like Ceplok Gurdo, Kawung, Parang Rusak, Udan Liris, Tambal and Rujak Shente.
  2. Non Geometric for examples there are Semen, Lung-lungan and Pinggiran.

    » Baca Selengkapnya


 

 


Jajak Pendapat

Bagaimana website Kaperda DIY yang baru ini dibandingkan sebelumnya...

 

 

 

 

 


Kalender

M S S R K J S
29 30 1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31 1 2

Jadwal Kegiatan

No events

Buku Tamu Terbaru

Angga
oke, ternyata launching domain tepat sek...
Senin, 28 Juni 2010
Enonk
Oke... konten sudah lumayan bagus... sam...
Rabu, 23 Juni 2010
Angga
bagi yg belum bisa ngisi, silakan klik l...
Selasa, 22 Juni 2010
Angga
dikarenakan subdomain dari jogjaprov.go....
Jumat, 18 Juni 2010
Angga
tes kedua...Sedang dalam pengembangan, ...
Rabu, 16 Juni 2010

Foto foto

Yogyakarta Kota

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, karena hampir 20% penduduk produktifnya adalah pelajar dan terdapat 137 perguruan tinggi. Kota ini diwarnai dinamika pelajar dan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perguruan tinggi yang dimiliki oleh pemerintah adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Lebih lanjut ...

Sleman

Sleman, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Sleman. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat. Sleman dikenal sebagai asal buah salak pondoh. Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Lebih lanjut ...

Gunungkidul

Gunung Kidul, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Wonosari. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman di barat. Kabupaten Gunung Kidul terdiri atas 18 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan.

Pusat pemerintahan di Kecamatan Wonosari. Sebagian besar wilayah kabupaten ini berupa perbukitan dan pegunungan kapur, yakni bagian dari Pegunungan Sewu. Sebagian wilayah Gunung Kidul merupakan daerah tandus, dimana pada musim kemarau sering terjadi bencana kekeringan.

Bantul

Bantul, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bantul. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman di utara, Kabupaten Gunung Kidul di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat. Obyek wisata Pantai Parangtritis terdapat di wilayah kabupaten ini.

Kabupaten Bantul terdiri atas 17 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Bantul, sekitar 11 km sebelah selatan Kota Yogyakarta. Kampus Institut Seni Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terletak di kabupaten ini. Beberapa perguruan tinggi lain juga melakukan pembangunan kampusnya di wilayah Kabupaten Bantul, antara lain Institut Sains & Teknologi Akprind Yogyakarta.

Lebih lanjut ...

Kulonprogo

Kulon Progo, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukotanya adalah Wates. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Purworejo di barat, serta Kabupaten Magelang di utara. Nama Kulon Progo berarti sebelah barat Sungai Progo (kata kulon dalam Bahasa Jawa artinya barat). Kali Progo membatasi kabupaten ini di sebelah timur.

Kabupaten Kulon Progo terdiri atas 12 kecamatan, yang dibagi lagi atas 88 desa dan kelurahan, serta 930 Pedukuhan (sebelum otonomi daerah dinamakan Dusun). Pusat pemerintahan di Kecamatan Wates, yang berada di jalur utama lintas selatan Pulau Jawa (Surabaya - Yogyakarta - Bandung. Wates juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Jawa.

Lebih lanjut ...

Statistik

Anggota : 90
Konten : 132
Link Web : 10
Kunjungan : 29911

Y! Status Chat

Kaperda
Support Center

Informasi Demo

Isi dan konten dari web ini hanya sebagai contoh saja, dan bersifat sangat fleksibel.
Untuk desain web, bisa dipilih diantara 4 warna melalui link dibagian bawah bertajuk "Warna Pilihan".

Anda harus mentata agar direktori Cache dapat ditulisi.

Warna Pilihan

Who's Online

Kami memiliki 12 tamu online